DRAG BIKE 2014 WONOSARI, JOGJA; NINJA TU 2T YUDA VS POTTER, SELISIH 0,002 DETIK, TIIIPIS..!
Apalagi kolo bukan Ninja TU karya Yudha Sanjaya (Jogja) alias Kemo dan Nugroho (Jogja) akrab disapa Potter. Hanya terpaut 0,002 detik membuktikan persaingan keduanya memang selalu ditunggu. Alvan Cebonk (Nganjuk) joki andalan Kemo, digempur trio joki Ninja TU Potter yakni Fandi Pendol (Semarang), Eko Chodox (Semarang) dan Galang Rizky (Surabaya). Hasilnya, Cebonk yang kali ini membawa tim Arya 117 TYB takluk dengan Pendol. Pendol posisi pertama dengan 7.167 detik, sedangkan Cebonk 7.169 detik. Wow! Itu kalau masuk finish bersamaan dilihat dengan mata nggak ketahuan siapa yang duluan, hanya 0.002 detik.
Power keduanya setara, skill joki juga imbang. Chodox yang diunggulkan harus puas ketiga alias di bawah Cebonk dengan catatan 7.216 detik. Menyoal itu, Chodox enggan berkomentar, doi malah bercerita, “Lintasannya oke, tapi sedikit nanjak. Juga pakai mesin baru dengan magnet standart dan belum maksimal,” kata Chodox seraya berkirim ikon ketawa lebar.
Wah, maksudnya apa ya? Bisa jadi, kali ini Chodox ‘ngalah’ dan menunggu tanding ulang di Final AHRS Drag Bike akhir Desember atau Minggu depan (21/12) di Indramayu, Jabar. Nah lo! Potter sendiri menjelaskan bahwa dua Ninja TU-nya saat ini memang pakai magnet standart. “Sebelumnya pakai magnet racing, tapi kali ini uji coba dengan standart agar torsi bawahnya cepat dapat,” sebut Potter sembari diangguki Pendol.
Saat sama Kemo menjelaskan tak ada riset terbaru, “Podo wae! Next time bahas juga sport 140 ya. Hahaha,” kilah Kemo dengan tawa. Tuh, saling balas tawa malah! Singkat cerita, mari tunggu pertarungan MPK (Pasuruan) dan K-Ijo TYB (Nganjuk) di Final AHRS. Ayo, berani hadir nggak? Wkwkwk Ardel


0 komentar:
Post a Comment