Drag Bike 2014 Solo; Ninja TU K-Ijo Kembali 6,9 Detik, Konsisten? Exsos Tinggi dan CDI 1592
Toh, waktu tembus 6,9 detik kali pertama, wajar diragukan. Sebab faktanya seminggu kemudian di event yang jaraknya 201 meter dengan sensor 1 titik, time itu sulit dilakukan. Di AHRS juga tidak ditimbang dan berbagai keraguan lain soal jarak tempuh, bisa jadi salah satu alasan. Wkwkw…
Toh, pasukan yang dikomandoi Raditya Hurangga alias Angga K-Ijo tak patah arang, meski awalnya tak bisa nyenyak tidurnya. Walah… Momen itu kembali didapatkan di lintasan Brigief 413, Mojobalan, Bekonang, Sukoharjo, Jateng. Tentu menggunakan sensor biasa yang masih ada tolerensi sikit rpm sejak start bisa dikembangkan.
Apalagi Ninja TU ini sejak dari event TPM di Delta Mas speknya masih sama, hanya ganti lidah membrane V-Force3. Jangan main-main mengganti lidahnya saja akan mengembalikan secara penuh kompresi primer pada ruang kruk-as. Epeknya tembakan bahan bakar ke porting-porting masuk akan makin kejam.
Juga di belakangnya ada Alvan Cebonk yang memang makin aduhai mengeksekusi jarak 201 meter. Apa pun jenis sensornya, ada selisih 0,2 detik dengan joki papan atas lain di Solo tersebut. Niko Sakau (Kudus) di posisi kedua dengan 7.126 detik, dan Hendra Kecil yang ketiga 7.228 detik. Berbeda dengan di AHRS rame-rame di bawah 7 detik.
Analiasa portal ini sih, Ninja TU ini kuncinya pada joki, mekanik dan tim. “Itu sih pasti! Tapi saya coba maksimalkan pergantian membrane dengan entengnya joki, tinggi lubang buang dan CDI 1592 (Ninja RR). Putaran atasnya memang ngisi,” jelas Yuda yang diangguki Angga.
Mantaplah kalau begitu! Ardel


0 komentar:
Post a Comment