MAJU CEPAT

Wednesday, 16 April 2014

PERJALANAN PENYAKIT ALAMIAH & PENCEGAHAN PENYAKIT

wakedmelon

PERJALANAN PENYAKIT ALAMIAH & PENCEGAHAN PENYAKIT


Setiap penyakit   riwayat perjalanan
Riwayat perjalanan penyakit alamiah: proses perkembangan suatu penyakit tanpa adanya intervensi manusia secara sengaja/terencana
Merupakan suatu “eksperimen” dg intervensi oleh alam
—>eksperimen yg dilakukan oleh alam ini tidak dianggap sebagai eksperimen, karena intervensi tidak dilakukan oleh peneliti secara sengaja dan terencana.
2 eksperimen alamiah: patogenik & patogresif

PATOGENIK
Seseorang awalnya sehat menjadi sakit sebab:
intervensi oleh alam → bencana alam, banjir, gempa bumi
intervensi oleh yang bersangkutan
Sengaja: kebiasaan merokok
Tidak sengaja: termakan/terminum makanan & minuman yang tercemar bakteri patogen atau zat lain yg bisa menimbulkan penyakit.

PATOGRESIF
Eksperimen alamiah yang bersifat patogresif : perjalanan klinis suatu penyakit
Keadaan awal : orang itu sakit dan menunjukkan gejala klinis yang diikuti perkembangannya.


Level & Clark
  prapatogenesis  patogenesis
  infeksi  sakit  1. sembuh
  2. kronis
  3. sembuh dg cacat
  4. mati
Prapatogenesis menggambarkan periode saat orang mulai terinfeksi tanpa gejaala klinis
Penyakit infeksi   masa tunas
Periode berbeda pada setiap penyakit, tgt sifat bakteri dan manusia yang terserang
Patogenesis: periode yang pada awalnya seseorang yang telah sakit dan timbul gejala yang mengikuti.
Dapat diketahui berbagai kemungkinan yang terjadi: sembuh, kronis, sembuh dg gejala sisa atau meninggal dunia
Bagan tidak menjelaskan tentang kondisi orang sebelum terinfeksi, tapi mpy resiko terkena suatu penyakit.

TAHAPAN PERJALANAN PENYAKIT

Tahap peka
Tahap pragejala
Tahap klinis
Tahap ketidakmampuan

TAHAP PEKA

Meliputi orang-orang yang sehat, dg resiko atau predisposisi terkena penyakit:
Genetik → sickle cell anemia
Kondisi fisik → keadaan jasmani yg lemah; misal: lelah, kurang tidur & kurang gizi mpy resiko terkena penyakit infeksi.
Jenis kelamin, penelitian bahwa
  ♀ mpy resiko >> terkena penyakit DM dan reumatoid artritis
  ♂ mpy resiko >> terkena penyakit jantung dan hipertensi.
Umur
Kebiasaan hidup
Sosial ekonomi
Untuk timbul penyakit, faktor2 tersebut dapat berdiri sendiri atau kombinasi beberapa faktor.
TAHAP PRAGEJALA (SUB KLINIS)
Telah terjadi infeksi tp belum menunjukkan gejala dan belum terjadi gangguan fungsi organ.

Ciri-ciri:
Perubahan akibat infeksi/pemaparan agen penyebab penyakit masih belum tampak
Pada penyakit infeksi terjadi perkembangbiakan m.o patogen
Pada penyakit non-infeksi mrp periode terjadinya perubahan anatomi&histologi, misal terjadinya aterosklerosis myb penyempitan pemb darah.

Diagnosa secara klinis: sulit 

TAHAP KLINIS

Telah terjadi perubahan fungsi organ yang terkena dan timbul gejala.
Diagnosa secara klinis: relatif tidak sulit t.u pada penyakit yang menimbulkan gejala.
Kesulitan: tidak semua penyakit timbulkan gejala.
Manifestasi klinis bervariasi, ringan sampai berat, disebut Spektrum Penyakit

SPEKTRUM PENYAKIT

Gambaran spektrum diatas hanya merupakan gambaran secara teoritis, karena dalam praktek jarang sekali ditemui gambaran seperti itu scr jelas.
Ketidakjelasan spektrum penyakit tersebut disebabkan karena setiap penyakit mempunyai gambaran spektrum yang berbeda.
Tahap ketidakmampuan
Tahap ketika telah terjadi  pembatasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Misal, gejala sisa sebagai akibat penyakit kardiovaskular.
Berdasarkan lama dan sifatnya dapat dibagi:
Gangguan fungsi somatis atu psikis
Bersifat sementara atau menetap
Terjadinya lama atau singkat
Pada penyakit akut biasanya terjadi pembatasan aktivitas dalam waktu yang singkat dan bersifat sementara, sedangkan pada penyakit kronis biasanya berlangsung lama atau menetap.

PENCEGAHAN PENYAKIT

Telah ditemukan sejak zaman prasejarah
Misal: di negara cina pada sekitar 2000 tahun SM telah dilakukan pencegahan terhadap penyakit variola hingga pada saat itu timbul ungkapan “seorang dokter yang baik bukan menyembuhkan orang sakit, tetapi menyembuhkan orang sehat”.
Upaya pencegahan penyakit mencapai puncaknya pada abad ke-18, karena pada saat itu mulai ditemukan berbagai vaksin.
Pencegahan penyakit terus berkembang dan pencegahan tidak hanya ditujukan pada penyakit infeksi saja, tetapi penyakit non-infeksi juga.
James Lind yang menganjurkan makanan sayuran dan buah segar untuk mencegah penyakit scorbut.
Bahkan, saat ini pencegahan dilakukan pada fenomena non penyakit seperti pencegahan terhadap ledakan penduduk dengan KB

MACAM PENCEGAHAN

Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier.

Pencegahan primer
 Pencegahan tingkat pertama
Merupakan upaya untuk mempertahankan orang yg sehat agar tetap sehat atau mencegah orang yang sehat menjadi sakit
Dapat berupa pencegahan umum dan khusus
Pencegahan umum dimaksudkan untuk mengadakan pencegahan pd masyarakat umum, misal: PENKES & kebersihan lingkungan
 Pencegahan khusus ditujukan pd orang2 yg mpy resiko, misal imunisasi

Pencegahan sekunder
Pencegahan tingkat kedua
Merupakan upaya manusia untuk mencegah orang yg telah sakit agar sembuh, menghambat progresifitas penyakit, menghindari komplikasi dan mengurangi ketidakmampuan.
Dapat dilakukan dengan:
Mendeteksi penyakit secara dini
  →dapat dilakukan dg cara:
  penyaringan, pengamatan epidemiologis, survei epidemiologis dan memberi pelayanan kesehatan sebaik-baiknya pada sarana pelayanan umum/praktek dokter swasta.
Pengadaan pengobatan yang cepat dan tepat
Banyak dilakukan pada penyakit kronis, spt: hipertensi dan DM

Pencegahan tersier.
Dimaksudkan untuk mengurangi ketidakmampuan dan mengadakan rehabilitasi.
Upaya pencegahan tingkat ketiga ini dapat dilakukan dengan:
Memaksimalkan fungsi organ yang cacat
Membuat protesa ekstremitas akibat amputasi
Mendirikan pusat-pusat rehabilitasi medik.
Pencegahan penyakit ini terus diupayakan selama orang yang menderita belum meninggal dunia.

 TERIMA KASIH TAS KUNJUNGANYA SEMOGA MANFAAT

0 komentar:

Post a Comment

Keindahan Alam

Drag Bike Indonesia

Motocross Nasional Dan Internasional

 

facebook