PERJALANAN PENYAKIT ALAMIAH & PENCEGAHAN PENYAKIT
Setiap penyakit riwayat
perjalanan
Riwayat perjalanan penyakit alamiah: proses perkembangan suatu
penyakit tanpa adanya intervensi manusia secara sengaja/terencana
Merupakan suatu “eksperimen” dg intervensi oleh alam
—>eksperimen yg dilakukan oleh alam ini
tidak dianggap sebagai eksperimen, karena intervensi tidak dilakukan oleh
peneliti secara sengaja dan terencana.
2 eksperimen alamiah: patogenik & patogresif
PATOGENIK
Seseorang awalnya sehat menjadi sakit sebab:
intervensi
oleh alam → bencana alam, banjir, gempa bumi
intervensi
oleh yang bersangkutan
Sengaja:
kebiasaan merokok
Tidak
sengaja: termakan/terminum makanan & minuman yang tercemar bakteri patogen
atau zat lain yg bisa menimbulkan penyakit.
PATOGRESIF
Eksperimen
alamiah yang bersifat patogresif : perjalanan klinis suatu penyakit
Keadaan
awal : orang itu sakit dan menunjukkan gejala klinis yang diikuti
perkembangannya.
Level
& Clark
prapatogenesis patogenesis
infeksi sakit 1. sembuh
2. kronis
3. sembuh dg cacat
4. mati
Prapatogenesis menggambarkan periode saat orang mulai
terinfeksi tanpa gejaala klinis
Penyakit infeksi masa tunas
Periode berbeda pada setiap penyakit, tgt
sifat bakteri dan manusia yang terserang
Patogenesis: periode yang pada awalnya seseorang yang telah
sakit dan timbul gejala yang mengikuti.
Dapat diketahui berbagai kemungkinan yang
terjadi: sembuh, kronis, sembuh dg gejala sisa atau meninggal dunia
Bagan tidak menjelaskan tentang kondisi orang sebelum
terinfeksi, tapi mpy resiko terkena suatu penyakit.
TAHAPAN PERJALANAN PENYAKIT
Tahap peka
Tahap pragejala
Tahap klinis
Tahap ketidakmampuan
TAHAP PEKA
Meliputi orang-orang yang sehat, dg resiko
atau predisposisi terkena penyakit:
Genetik →
sickle cell anemia
Kondisi fisik →
keadaan jasmani yg lemah; misal: lelah, kurang tidur & kurang gizi mpy
resiko terkena penyakit infeksi.
Jenis kelamin,
penelitian bahwa
♀ mpy resiko >> terkena penyakit DM dan reumatoid
artritis
♂ mpy resiko >>
terkena penyakit jantung dan hipertensi.
Umur
Kebiasaan hidup
Sosial ekonomi
Untuk timbul penyakit, faktor2 tersebut dapat
berdiri sendiri atau kombinasi beberapa faktor.
TAHAP PRAGEJALA (SUB KLINIS)
Telah terjadi infeksi tp belum menunjukkan
gejala dan belum terjadi gangguan fungsi organ.
Ciri-ciri:
Perubahan akibat
infeksi/pemaparan agen penyebab penyakit masih belum tampak
Pada penyakit infeksi
terjadi perkembangbiakan m.o patogen
Pada penyakit
non-infeksi mrp periode terjadinya perubahan anatomi&histologi, misal
terjadinya aterosklerosis myb penyempitan pemb darah.
Diagnosa secara klinis: sulit
TAHAP KLINIS
Telah terjadi perubahan fungsi organ yang terkena dan timbul
gejala.
Diagnosa secara klinis: relatif tidak sulit t.u pada penyakit
yang menimbulkan gejala.
Kesulitan: tidak semua penyakit timbulkan gejala.
Manifestasi klinis bervariasi, ringan sampai berat, disebut Spektrum Penyakit
SPEKTRUM PENYAKIT
Gambaran spektrum diatas
hanya merupakan gambaran secara teoritis, karena dalam praktek jarang sekali
ditemui gambaran seperti itu scr jelas.
Ketidakjelasan spektrum
penyakit tersebut disebabkan karena setiap penyakit mempunyai gambaran spektrum
yang berbeda.
Tahap
ketidakmampuan
Tahap
ketika telah terjadi pembatasan dalam
melakukan kegiatan sehari-hari. Misal, gejala sisa sebagai akibat penyakit
kardiovaskular.
Berdasarkan
lama dan sifatnya dapat dibagi:
Gangguan fungsi somatis atu psikis
Bersifat sementara atau menetap
Terjadinya lama atau singkat
Pada
penyakit akut biasanya terjadi pembatasan aktivitas dalam waktu yang singkat
dan bersifat sementara, sedangkan pada penyakit kronis biasanya berlangsung
lama atau menetap.
PENCEGAHAN PENYAKIT
Telah ditemukan sejak
zaman prasejarah
Misal: di negara cina
pada sekitar 2000 tahun SM telah dilakukan pencegahan terhadap penyakit variola
hingga pada saat itu timbul ungkapan “seorang dokter yang baik bukan
menyembuhkan orang sakit, tetapi menyembuhkan orang sehat”.
Upaya pencegahan
penyakit mencapai puncaknya pada abad ke-18, karena pada saat itu mulai
ditemukan berbagai vaksin.
Pencegahan penyakit
terus berkembang dan pencegahan tidak hanya ditujukan pada penyakit infeksi
saja, tetapi penyakit non-infeksi juga.
James Lind yang
menganjurkan makanan sayuran dan buah segar untuk mencegah penyakit scorbut.
Bahkan, saat ini
pencegahan dilakukan pada fenomena non penyakit seperti pencegahan terhadap
ledakan penduduk dengan KB
MACAM PENCEGAHAN
Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier.
Pencegahan
primer
Pencegahan tingkat pertama
Merupakan upaya untuk mempertahankan orang yg
sehat agar tetap sehat atau mencegah orang yang sehat menjadi sakit
Dapat berupa pencegahan umum dan khusus
Pencegahan umum dimaksudkan untuk mengadakan
pencegahan pd masyarakat umum, misal: PENKES & kebersihan lingkungan
Pencegahan khusus ditujukan pd orang2 yg mpy
resiko, misal imunisasi
Pencegahan sekunder
Pencegahan tingkat kedua
Merupakan upaya manusia untuk mencegah orang yg
telah sakit agar sembuh, menghambat progresifitas penyakit, menghindari
komplikasi dan mengurangi ketidakmampuan.
Dapat dilakukan dengan:
Mendeteksi penyakit secara
dini
→dapat dilakukan dg cara:
penyaringan, pengamatan
epidemiologis, survei epidemiologis dan memberi pelayanan kesehatan
sebaik-baiknya pada sarana pelayanan umum/praktek dokter swasta.
Pengadaan pengobatan yang
cepat dan tepat
Banyak dilakukan pada
penyakit kronis, spt: hipertensi dan DM
Pencegahan
tersier.
Dimaksudkan untuk mengurangi ketidakmampuan dan
mengadakan rehabilitasi.
Upaya pencegahan tingkat ketiga ini dapat
dilakukan dengan:
Memaksimalkan fungsi organ
yang cacat
Membuat protesa
ekstremitas akibat amputasi
Mendirikan pusat-pusat
rehabilitasi medik.
Pencegahan penyakit ini terus diupayakan selama
orang yang menderita belum meninggal dunia.
TERIMA KASIH TAS KUNJUNGANYA SEMOGA MANFAAT


0 komentar:
Post a Comment